Selasa, 14 Oktober 2025

Cerpen : Terima Kasih Ayah Keringatmu Sangat Menginspirasiku

 

Terima Kasih Ayah Keringatmu Sangat Menginspirasiku

Naela Zulianti Ashlah



Ayahku, cinta pertamaku pada kaum Adam. Betapa luar biasa Dzat Yang Maha Berkehendak. Walau tak ada satu pun manusia yang bisa request akan menjadi anak siapa, tetapi aku bersyukur sepenuh hati, Allah takdirkan aku lahir dari sosok pria luar biasa. Sosok yang menjadi idola hidupku sepanjang masa. Ayah yang tidak hanya punya etos kerja yang tinggi, tetapi juga sangat detil dalam memanfaatkan waktu dan mengatur kegiatan hariannya. Salah satu karunia Allah terbesar dalam hidup beliau adalah berupa suara yang indah. Yang dengan kelebihan itu, beliau dapat bermanfaat bagi umat. Lima kali dalam sehari, beliau kemandangkan azan untuk memanggil umat pergi ke masjid dekat rumah untuk tunaikan salat berjamaah. Suara beliau yang merdu dan dengan berbagai variasi nada, telah membersamai masyarakat di kampungku dalam menjalankan kewajibannya kepada Rabbul’alamiin.

Saat aku masih kecil, kami tinggal bersama Nenek Kholifah, ibunda ayahku yang kebaikannya akan kuiingat sepanjang sisa hidupku. Selain itu, ada juga Mbah Buyut Kanah, ibunda Nenek Kholifah yang berjasa besar dalam kehidupan kami dan Pakdhe Nur Kholis, kakak ayahku. Prinsip disiplin benar-benar diterapkan Nenek Kholifah yang berprofesi sebagai pedagang. Salat berjamaah di masjid menjadi keharusan yang jika kami tidak segera berangkat,  maka tak lama kemudian akan ada air tahu yang melayang.

Upaya ayah dalam menjaga kedekatan dengan Allah, adalah ikhtiar penting beliau dalam menjalani hidup berkeluarga. Semangat bertaat kepada Allah ini beliau tularkan kepada keluarga yang terdiri atas mama Siti Maf’ulah, aku, dan adik Rahmat. Terlebih dahulu ayah berangkat ke Masjid As-Syaribah untuk mengumandangkan azan. Ajakan yang mampu menggerakkan kami untuk segera berwudhu dan berangkat menuju masjid untuk salat berjamaah.

Beliau termasuk siswa aktif semasa bersekolah. Bahkan, guru, siswa, hingga wali muridpun mudah mengenalnya. Riwayat pendidikan ayah, dimulai dari MI dan SMP Miftahul Ulum Melirang Bungah Gresik. Lalu, Ayah melanjutkan sekolahnya di MAN 1 Gresik, yang juga menjadi tempatku dan Adik Rahmat menuntut ilmu. Madrasah ini mempunyai motto: Islami, Cerdas, Unggul, Kompetitif, dan Peduli Lingkungan sebagai pegangan erat seumur hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

1996, ayah memberanikan diri mulai bekerja sejak lulus MAN 1 Gresik. Setiap hari berangkat kerja dengan penuh semangat dan keikhlasan untuk mencapai target yang sudah beliau tetapkan. Berupaya sungguh-sungguh agar setiap langkahnya dalam bekerja dapat terlaksana secara optimal.

Sebuah anugerah Dzat Yang Maha Esa, diberikan kepada ayah melalui kepercayaan Perusahaan New Era untuk dapat meningkatkan kualitas profesional kerja beliau. Pelatihan bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang diselenggarakan selama tiga hari oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya dan alhamdulillah ayah menjadi lulusan terbaik pertama. Buah dari perjuangan beliau yang tidak cukup tidur di setiap malamnya karena  menyelesaikan tugas tertulis.

Konsistensi bekerja yang diterapkan ayah menggugah semangatku dan adik Rahmat untuk bersungguh-sungguh dalam belajar. Ayah dan Mama tetap berangkat bekerja baik cuaca panas maupun hujan. Banjir di jalan raya, normal, atau macet, waktunya bekerja tetap bekerja.

Beliau tidak pernah menunjukkan wajah lelah di hadapan keluarga. Wajah ceria dengan ribuan komedi, menjadi ciri khas ayahku. Sungguh menambah kedamaian dan kebahagiaan dalam keluarga kecil kami. Harus tepat waktu dan berprestasi menjadi motto utama beliau. Tiga langkah ke depan harus dipersiapkan dan dipikirkan manfaatnya. Bagi ayah dan mama, hidup adalah ibadah untuk kehidupan akhirat. Maka beliau dan mama sangat menghargai keseimbangan waktu antara urusan kepada Rabbul ‘aalamiin dan sebagai manusia kepada sesamanya.

Pada waktu aku kelas delapan, masa COVID-19, kualitas belajarku menurun. Tidak menunggu lama, ayah dan mama memanggilku untuk mempertanggungjawabkan nilaiku. Suasana malam itu sungguh menegangkan. Cemas disertai rasa takut juga khawatir membayangkan yang akan terjadi. Ternyata, ayah menanyakan alasan dan proses apa yang dapat aku perbaiki? Kala itu, aku juga mengalami penurunan kedisiplinan salat berjamaah yang sering terlambat.

Tirakat dan tidak lupa mendoakan siswa agar sukses, pintar, dan berprestasi.  Bermanfaat dan berkah ilmu agama untuk dunia sampai ke akhirat,” pesan Ayah padaku. Apabila bisa hemat, mengapa boros (uang)? Apabila dapat cepat, mengapa kamu lambat? Jika mampu sekarang, mengapa harus menunggu nanti atau besok? Tidak ada sedekah itu sia-sia, pasti akan kembali kepada individu tersebut.” Demikian kalimat motivasi yang senantiasa ayah pesankan.

          Terima kasih ayah untuk semua hal yang telah ayah lakukan dan teladankan untuk kami. Sungguh menjadi pelajaran hidup berharga bagi Naela dan adik dalam menjalani hidup di masa depan nanti. Semoga kelak, Naela bisa menjadi guru inspiratif dengan teladan kebaikan yang tak pernah putus, seperti ayah.


Mengapa Naela sangat terinspirasi dari Ayahnya? 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi : Takjub, HadiahMu Spektakuler

Takjub, HadiahMu Spektakuler Naela Zulianti Ashlah Wow! kejutan apa ini? hadiah tak terduga, sempat terbesit, sangat berkesan ya. Kamis, 19 ...