Selasa, 14 Oktober 2025

Cerpen : Mengajar dengan Kejutan dan Kebahagiaan Tak Terhingga

 

Mengajar dengan Kejutan dan Kebahagiaan Tak Terhingga

Oleh Naela Zulianti Ashlah

 


Mulanya, idolaku terhadap para guru dengan tahapannya yang mudah dipahami saat mentransfer ilmu pengetahuan dan wawasan. Lentera mereka mampu menyinari kehidupan siswa-siswinya. Berkah itu memang ada, dan terbukti. Dari yang asalnya bercita-cita menjadi dokter karena menyukai materi dan praktik ilmu pasti, seperti Fisika, Biologi, dan Matematika baik peminatan maupun wajib. Saat ini, cita-cita itu berubah menjadi profesi yang memegang ujung tombak generasi tunas bangsa. Terlebih, sekarang sedang gencar mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Terima kasih, ku ucapkan kepada Mama, Ayah, Adik, Bu Enny, Umik Idah, Abigus, Umik Husnul, Abah, Guru, Dosen, dan semua insan yang mendukungku.

 

Tahukah kalian, kesanku kepada para guru dengan prosedur mudah dipahami? Sering masa itu aku merenung. Bagaimana cara guru-guru bisa menjadikan siswa mudah memahami ilmu? Lalu, ada sedikit rasa, jika bisa paham dan mengaplikasikan ilmu-ilmu pada kehidupan sehari-hari. Walaupun, mungkin, cuma sedikit. He he he he.

 

Lentera mereka dapat menerangi kehidupan siswa-siswinya. Sebagai sosok mulia tanpa tanda jasa, nasihat Beliau mengena ketika kita para siswa hendak melangkah. Tegurannya juga ibarat benteng pertahanan istimewa multi guna. Harapan terbaik, semoga senantiasa bisa mengaktualisasikannya.

 

Berkah itu memang ada, dan terbukti. Berbagai kalimat dilangitkan kepada Dzat Pemilik Semesta Alam. Selain itu, aku mencoba memberanikan diri dengan sedikit ilmu untuk bertanya tentang les dari mbak-mbak Pondok Sabilillah.  Nasihat para guru yang ku ingat semampuku bahwa sebaik-baik orang itu pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Ditambah Mama juga mendoakan karena beringinan kuat putrinya ini mentransfer ilmu kepada orang lain disekitarnya.

 

Adanya kepolosan, menggiatkanku tanpa malu berupaya tanya-tanya ke mbak-mbak pondok. “Mbak, mungkin ada informasi les, bagi ya” tanyaku. Beberapa minggu kemudian, Mbak Naila Alfi, mahasiswa angkatan 2023 program studi Managemen Pendidikan memanggilku : "Nel, kesini!" Aku menjawab : "ada apa Mbak?" “Mau tidak membimbing les siswa kelas 1 MI, cuma pengganti, Mbak Diyah MBKM ke Malaysia?” tanya Mbak Naila Alfi. “Iya, mau Mbak.” jawabku dengan super semangat.

 

 

 

Bahagianya, hari pertama, aku diantar oleh Mbak Naila Alfi. Bara semangat datang mengumpul. Partisipasi Kak Shaka, nama murid lesku menambah rasa haru saat itu. Alhamdulillah, ternyata, karakteristik positifnya tekun.

 

Beberapa bulan kemudian, tiba-tiba Kak Chicco, adiknya Kak Shaka juga bergabung les. Ada juga kesempatan menjadi pengganti guru TPQ Lukman Hakim jilid PAUD, 1, 2, dan AlQuran. MasyaAllah, nikmat apa yang engkau dustakan. Terima kasih, bu Enny, bu Ulfi, dan semua dosen yang bersedia membimbingku sehingga tidak habis ide untuk transfer ilmu.

 

Saat ini, cita-citaku ingin sekali menjadi profesi yang memegang ujung tombak generasi tunas bangsa. Perasaan senang tak terbendung. Ini sungguh anugerah yang tidak semua orang diberi oleh Dzat Yang Kuasa. Semoga harapan baik ini terwujud menjadi ibadah dan mengalir kebaikannya untuk putra-putriku kelak.

 

Perasaan ceria bawaan siswa SD menutup semua kerisauanku. Serasa transfer berlangsung antara guru dan siswa, termasuk ekspresinya. Segala penat hilang begitu saja. Ini masih beberapa hari saja melalui observasi dan penelitian.

 

Senaaang, jawaban siswa-siswi kelas 2 UPT SDN 252 Gresik, saat aku tanya perasaan berangkat ke sekolah dengan kompak dan lantang. Mereka ternyata, menyambutku dengan ceria seperti masih belum ada beban di wajah lucu mereka. “Bu, gambarkan astonot!” permintaan mereka setelah aku menjelaskan materi pecahan. “Anak-anak, lihat sini, bagus tidak gambarannya?” Aku bertanya kepada mereka. “Baguuuuss” menjawab dengan polosnya. Rasa senang bisa mendampingi mereka semampuku.

 

Terima kasih, ku ucapkan kepada Mama, Ayah, Adik, Bu Maryam, murobbi, guru, dosen, dan semua insan yang mendukungku. Dzat Yang Maha Berkuasa, mengokohkan tekadku dengan melengkapkan keluarga kecil dari cinta Mama dan Ayah, seorang adik namanya Rahmat. “Terima kasih atas kesempatannya, menjadi Kakak.” ucapku lirih pada Sang Pencipta Alam. Namun, apa yang saya capai selama ini, masih harus belajar lagi untuk menjadi lebih baik.

 

Siapa saja tokoh pada cerpen di atas? sebutkan! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi : Takjub, HadiahMu Spektakuler

Takjub, HadiahMu Spektakuler Naela Zulianti Ashlah Wow! kejutan apa ini? hadiah tak terduga, sempat terbesit, sangat berkesan ya. Kamis, 19 ...