Selasa, 14 Oktober 2025

Cerpen : Evaluasi Masa Kecil

 

Evaluasi Masa Kecil

Naela Zulianti Ashlah

 



Aku, Naela Zulianti Ashlah, sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Menjadi putri dari Ayah Asis Suwandi dan Mama Siti Maf’ulah. Julukan Kota Pudak, yang terletak antara Kota Surabaya dan Kabupaten Lamongan, Gresik, lokasiku dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua yang sangat spektakuler.

 

Semasa bayi, aku dirawat oleh Nenek Sidah sembari diajak berdagang lontong ke Pasar Wage Dukun Gresik. Sementara, sore harinya, dirawat oleh Nenek Kholifah, yang berprofesi pedagang serba ada. Setelah shalat maghrib, sekitar pukul 17, Ayah Mama menjemputku dari rumah Nenek Kholifah untuk pulang ke rumah.

 

Sejak usia 1,5 hingga 5,5 tahun, aku dirawat oleh Mbah Parman dan Mbah Fatimah, masih keluarga jauh, dari jalur Kakek Rusdi, pada waktu pagi sampai sore hari. Didikan khas mereka berdua diantaranya rajin beribadah, harus pandai baik ilmu agama maupun ilmu umum, minta ridho orang tua sebelum, saat, dan setelah berproses dalam hidup. Tak lupa, candaan santai pada masa luang yang turut serta melengkapi. Menerapkan doa-doa harian jugaaa, dilakukan oleh Mbah Parman dan Mbah Fatimah, aku masih ingat hingga sekarang, terima kasih. Sangat suka masa itu.

 

Apa yang ada di benak kalian tentang masa kecil? Benar sekali, kepolosan anak, kata Kak Ardhiyatul Khoir, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. Kak Dhiyah asli Kediri, putrinya guru bahasa Inggris, tidak heran apabila pengetahuan dan keterampilan berbahasa Inggrisnya top, jempol empat, baik listening, speaking, reading, until writing.

 

Kepolosan anak, spontanitas, dan dengan mudahnya tertawa riang tanpa beban. Doa nabi kita tercinta, Beliau, Baginda Nabi Muhammad SAW. yang artinya : “Ya Allah, berilah kefahaman kepadanya (anak kecil) dalam urusan agama dan ajarkannya (anak kecil) tafsir AlQuran.” Sementara doa Gus Ahmad Bahauddin Nursalim, “Ya Allah, kita ingin anak-anak kami ini bersujud kepada Engkau, ingin anak-anak kami melakukan shalat. Mereka (anak-anak) tergolong manusia, untuk bisa melangsungkan kehidupan, membutuhkan makan, rezeki, dan ekonomi. Maka, hamba minta tolong Ya Allah, ekonominya dijaga. Demi shalat, supaya fokus, konsisten, menjaga ekonomi.”

 

Dawuh Abigus Nasich Aly, Pengasuh Pondok Pesantren As-Syafiiyah, “Semoga anak kecil sukses melalui ridho Allah SWT. Penting sekali menjaga adab, tata krama, ketahuilah adab seseorang lebih baik daripada nasabnya. Meskipun nasabnya bukan darah biru, orang biasa, putra petani tapi sholih, apik, pedagang sing sholih, apik. Nasabnya bagus jika adab jelek percuma.” Dawuh Ali bin Abi Thalib sesuai dengan nadhom Alala, “Apabila sempurna akal seseorang, maka, sedikit bicaranya, dan yakinlah, tanda kebodohan seseorang jika banyak bicaranya. Orang yang mengerti itu pasti tidak menghabiskan waktunya dengan banyak bicara yang tak berguna.” Pesan Ibu Maryam Isnaini Damayanti, “Sedari kecil, sebagai bagian dari orang dewasa, beri contoh nyata untuk memperbanyak celengan akhirat karena Allah dan mengikuti teladan Rasul Muhammad SAW. Ikhtiar optimal, berdoa optimal, disempurnakan dengan tawakkal, berserah diri kepada Allah.” Semoga masa kecil putra putriku kelak dapat mempraktikkan dawuh-dawuh positif tersebut sepanjang zaman.

 

Karakteristik masa kecil, antara lain yaitu luangnya waktu, persiapan kemanfaatan sejak dini untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara. Fasilitas dan dukungan kedua orang tua, keluarga besar baik dari pihak keluarga Ayah maupun Mama berdampak sekali. Masya Allah, Ning Jihan Abidah (Surabaya), mondok sejak kelas 1 MI sampai kuliah, saat ini, sudah hafal Quran 30 juz, segera ku teladani Ning. Anak sukses tanpa tekanan. Sholat di penghujung malam super dahsyat. Hemat (Tidak boleh selalu menuruti keinginan Anak. Beberapa saat tahan keinginannya, alihkan untuk kegiatan lain yang menyenangkan. Berilah teladan untuk hidup sederhana.) saran Mbak Naila Alfi Prodi Manajemen Pendidikan. Sejak kecil hemat, dikasih uang jajan secukupnya saja.

 

Terdapat sembilan tanda orang tua yang berpeluang mendidik anaknya menjadi sukses, antara lain: membangun kepercayaan diri anak, mengajarkan empati, melibatkan diri dalam bermain, menghindari konflik berlebihan, memperhatikan pola tidur, membatasi penggunaan gadget, menghargai upaya, memperkenalkan optimisme, dan menjadi contoh positif. Hal penting pula mulai membangkitkan kesadaran untuk bisa motorik kasar kemudian motorik halus, anak benar-benar terawat, mendapat kasih sayang penuh, upayakan terdengar dari ucapan anak “Hal ini terjadi karena masa kecil yang bahagia dan benar-benar terstruktur.” Sadar dan lakukan prioritas, fokus untuk perbaikan diri, pastinya masih ada kekurangan.

Jika direndahkan, diamlah saja. Tunjukkan keberhasilan sebagai bukti nyata. Planning, capai target dengan semangat tinggi dan penuh keyakinan, Insya Allah bisa. Untuk hari esok, harus dipersiapkan hari ini. Sejalan dengan bertambahnya kebahagiaan yang begitu melimpah. Kesempatan Mengembangkan Jiwa PELITA (Peduli, Literasi, dan Kreativitas) melalui Pengabdian Masyarakat UKIM Unesa 2025 di Desa Pataan Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. Dengan turut berkontribusi mengajar di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Pataan, mengajar di Taman Pendidikan Quran Baitul Muttaqin, pentas seni musikalisasi puisi menambah keceriaan tersendiri.

 

Dampak bermakna akan hadir sebagai manfaat dari aksi nyata. Sejak kecil, rajin, terampil, gembira. Empat kata ajaib yaitu mohon maaf, minta tolong, permisi, dan terima kasih. Masa Kecil yang beruntung jika hafal Quran sebelum usia 10 tahun. Sukses sesuai potensi bakat, minat, dan rezekinya. Menggunakan waktu yang berkualitas dengan Ibu dan Ayah. Cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan interaksi mutualisme antara kedua orang tua dengan putra putrinya beraneka ragam. Ada yang anaknya sehat, bahagianya orang tua sangat deras. Masa kecil yang banyak orang mengatakan bahwa masa menanam sejuta harapan. Deep learning integrasi spiritualitas, pembelajaran mendalam yang menyenangkan, sejalan dengan tujuan pembelajaran, namun, tanpa membosankan anak. Bermakna juga sesuai masa perkembangan anak, remaja, dewasa, hingga lansia.


Di mana saja tempat penting untuk berproses menuju kesuksesan? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi : Takjub, HadiahMu Spektakuler

Takjub, HadiahMu Spektakuler Naela Zulianti Ashlah Wow! kejutan apa ini? hadiah tak terduga, sempat terbesit, sangat berkesan ya. Kamis, 19 ...