Evaluasi Masa Kecil
Naela Zulianti Ashlah
Aku, Naela Zulianti Ashlah,
sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Menjadi putri dari Ayah Asis Suwandi
dan Mama Siti Maf’ulah. Julukan Kota Pudak, yang terletak antara Kota Surabaya
dan Kabupaten Lamongan, Gresik, lokasiku dilahirkan dan dibesarkan oleh orang
tua yang sangat spektakuler.
Semasa bayi, aku dirawat oleh
Nenek Sidah sembari diajak berdagang lontong ke Pasar Wage Dukun Gresik.
Sementara, sore harinya, dirawat oleh Nenek Kholifah, yang berprofesi pedagang serba
ada. Setelah shalat maghrib, sekitar pukul 17, Ayah Mama menjemputku dari rumah
Nenek Kholifah untuk pulang ke rumah.
Sejak usia 1,5 hingga 5,5 tahun,
aku dirawat oleh Mbah Parman dan Mbah Fatimah, masih keluarga jauh, dari jalur Kakek
Rusdi, pada waktu pagi sampai sore hari. Didikan khas mereka berdua diantaranya
rajin beribadah, harus pandai baik ilmu agama maupun ilmu umum, minta ridho
orang tua sebelum, saat, dan setelah berproses dalam hidup. Tak lupa, candaan
santai pada masa luang yang turut serta melengkapi. Menerapkan doa-doa harian
jugaaa, dilakukan oleh Mbah Parman dan Mbah Fatimah, aku masih ingat hingga
sekarang, terima kasih. Sangat suka masa itu.
Apa yang ada di benak kalian
tentang masa kecil? Benar sekali, kepolosan anak, kata Kak Ardhiyatul Khoir,
mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni,
Universitas Negeri Surabaya. Kak Dhiyah asli Kediri, putrinya guru bahasa
Inggris, tidak heran apabila pengetahuan dan keterampilan berbahasa Inggrisnya
top, jempol empat, baik listening, speaking, reading, until writing.
Kepolosan anak, spontanitas, dan
dengan mudahnya tertawa riang tanpa beban. Doa nabi kita tercinta, Beliau,
Baginda Nabi Muhammad SAW. yang artinya : “Ya Allah, berilah kefahaman
kepadanya (anak kecil) dalam urusan agama dan ajarkannya (anak kecil) tafsir
AlQuran.” Sementara doa Gus Ahmad Bahauddin Nursalim, “Ya Allah, kita ingin
anak-anak kami ini bersujud kepada Engkau, ingin anak-anak kami melakukan
shalat. Mereka (anak-anak) tergolong manusia, untuk bisa melangsungkan
kehidupan, membutuhkan makan, rezeki, dan ekonomi. Maka, hamba minta tolong Ya
Allah, ekonominya dijaga. Demi shalat, supaya fokus, konsisten, menjaga
ekonomi.”
Dawuh Abigus Nasich Aly, Pengasuh
Pondok Pesantren As-Syafiiyah, “Semoga anak kecil sukses melalui ridho Allah
SWT. Penting sekali menjaga adab, tata krama, ketahuilah adab seseorang lebih
baik daripada nasabnya. Meskipun nasabnya bukan darah biru, orang biasa, putra
petani tapi sholih, apik, pedagang sing sholih, apik. Nasabnya bagus jika adab
jelek percuma.” Dawuh Ali bin Abi Thalib sesuai dengan nadhom Alala, “Apabila
sempurna akal seseorang, maka, sedikit bicaranya, dan yakinlah, tanda kebodohan
seseorang jika banyak bicaranya. Orang yang mengerti itu pasti tidak
menghabiskan waktunya dengan banyak bicara yang tak berguna.” Pesan Ibu Maryam
Isnaini Damayanti, “Sedari kecil, sebagai bagian dari orang dewasa, beri contoh
nyata untuk memperbanyak celengan akhirat karena Allah dan mengikuti teladan
Rasul Muhammad SAW. Ikhtiar optimal, berdoa optimal, disempurnakan dengan
tawakkal, berserah diri kepada Allah.” Semoga masa kecil putra putriku kelak
dapat mempraktikkan dawuh-dawuh positif tersebut sepanjang zaman.
Karakteristik masa kecil, antara
lain yaitu luangnya waktu, persiapan kemanfaatan sejak dini untuk diri
sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara. Fasilitas dan
dukungan kedua orang tua, keluarga besar baik dari pihak keluarga Ayah maupun
Mama berdampak sekali. Masya Allah, Ning Jihan Abidah (Surabaya), mondok sejak
kelas 1 MI sampai kuliah, saat ini, sudah hafal Quran 30 juz,
segera ku teladani Ning. Anak sukses tanpa tekanan. Sholat di penghujung malam
super dahsyat. Hemat (Tidak boleh selalu menuruti keinginan Anak. Beberapa saat
tahan keinginannya, alihkan untuk kegiatan lain yang menyenangkan. Berilah
teladan untuk hidup sederhana.) saran Mbak Naila Alfi Prodi Manajemen
Pendidikan. Sejak kecil hemat, dikasih uang jajan secukupnya saja.
Terdapat sembilan tanda orang tua
yang berpeluang mendidik anaknya menjadi sukses, antara lain: membangun
kepercayaan diri anak, mengajarkan empati, melibatkan diri dalam bermain, menghindari
konflik berlebihan, memperhatikan pola tidur, membatasi penggunaan gadget, menghargai
upaya, memperkenalkan optimisme, dan menjadi contoh positif. Hal penting pula
mulai membangkitkan kesadaran untuk bisa motorik kasar kemudian motorik halus, anak
benar-benar terawat, mendapat kasih sayang penuh, upayakan terdengar dari
ucapan anak “Hal ini terjadi karena masa kecil yang bahagia dan benar-benar
terstruktur.” Sadar dan lakukan prioritas, fokus untuk perbaikan diri, pastinya
masih ada kekurangan.
Jika direndahkan, diamlah saja.
Tunjukkan keberhasilan sebagai bukti nyata. Planning, capai target dengan
semangat tinggi dan penuh keyakinan, Insya Allah bisa. Untuk hari esok, harus
dipersiapkan hari ini. Sejalan dengan bertambahnya kebahagiaan yang begitu
melimpah. Kesempatan Mengembangkan Jiwa PELITA (Peduli, Literasi, dan
Kreativitas) melalui Pengabdian Masyarakat UKIM Unesa 2025 di Desa Pataan
Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. Dengan turut berkontribusi mengajar di
Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Pataan, mengajar di Taman Pendidikan Quran Baitul
Muttaqin, pentas seni musikalisasi puisi menambah keceriaan tersendiri.
Dampak bermakna akan hadir
sebagai manfaat dari aksi nyata. Sejak kecil, rajin, terampil, gembira. Empat
kata ajaib yaitu mohon maaf, minta tolong, permisi, dan terima kasih. Masa
Kecil yang beruntung jika hafal Quran sebelum usia 10 tahun. Sukses sesuai
potensi bakat, minat, dan rezekinya. Menggunakan waktu yang berkualitas dengan
Ibu dan Ayah. Cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan interaksi
mutualisme antara kedua orang tua dengan putra putrinya beraneka ragam. Ada
yang anaknya sehat, bahagianya orang tua sangat deras. Masa kecil yang banyak
orang mengatakan bahwa masa menanam sejuta harapan. Deep learning integrasi
spiritualitas, pembelajaran mendalam yang menyenangkan, sejalan dengan tujuan
pembelajaran, namun, tanpa membosankan anak. Bermakna juga sesuai masa
perkembangan anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Di mana saja tempat penting untuk berproses menuju kesuksesan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar